👀😃 PATAH Aku pernah mencintai dengan sungguh, Mencintai dengan sebenar benarnya aku, mencintai dan menyayangi dengan segenap hatiku mengesampingkan ego yang terus menyiksaku hari hari kujalani tanpa pernah berpikir sedikitpun jikalau akhir akan terjadi semua dan segenap ingatan tentangmu meleburkan semua perasaan yang kita punya menjadi dua orang asing menatapmu seperti berkecamuk mengingatmu seperti candu kadang bisa tersenyum, menangis, marah, benci , kecewa Aku patah, aku kalah, aku kecewa sampai bertemu disuatu masa ya...... Lahat, 05-09-2020
*Mengenang Cara Umar bin Khattab Melawan Wabah Penyakit Menular* Dahulu kebijakan penutupan masjid pernah terjadi tahun 18 Hijriah atau di masa kepemimpinan kalifah ke dua, Umar bin Khattab. Kala itu, terjadi serangan wabah yang paling berat dalam sejarah umat Islam. “Riwayat itu mashur dan sahih, ada dalam kitab-kitab sahih,” katanya. Saat itu, Umar bin Khattab membatalkan niatnya masuk ke daerah Syam yang terserang wabah. Keputusan itu diambil setelah mengadakan dialog dan musyawarah bersama panglima pasukannya, Abu Ubaidah bin Al-Jarrah. Dialog itu berlangsung di daerah Syargh, jelang masuk ke daerah Syam. Pusat wabah itu ada di kampung kecil bernama Amawas. Dalam sejarah Islam, nama tempat wabah penyakit era Umar bin Khattab dikenal dengan Thaun Amawas atau wabah Amawas. Kampung itu terletak antara daerah Ramallah dengan Baitul Maqdis. Wabah itu menewaskan puluhan ribu orang, termasuk para sahabat Rasulullah SAW. “Jadi jangan ada pula yang berkata ...